WASPADAI PENYAKIT KARENA PERUBAHAN IKLIM

anginSetelah siklon tropis Cempaka terpantau menjauhi wilayah Indonesia, kini muncul siklon tropis Dahlia. Siklon tropis tersebut menyebabkan perubahan cuaca yang ekstrem seperti hujan deras dan angin kencang.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, pada Kamis (30/11/2017), pergeseran siklon tropis Dahlia terpantau ke arah Tenggara dengan kecepatan gerak 13 kilometer per jam. Diprediksi pada Jumat (1/12/2017) posisi siklon tropis berada di Samudera Hindia sebelah selatan tenggara Jakarta dengan kecepatan angin maksimum 95 kilometer per jam dan bergerak ke arah Tenggara menjauhi wilayah Indonesia.
Potensi hujan lebat dan angin kencang akan terjadi mulai dari pesisir Barat Bengkulu hingga Lampung, Banten bagian Selatan, DKI Jakarta dan Jawa Barat bagian Selatan. Termasuk juga potensi angin kencang dengan kekuatan 20 knot di daerah yang sama.
Berikut ini adalah beberapa penyakit yang ditimbulkan akibat adanya perubahan iklim :
1. Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA)
Penyakit yang paling sering menimpa masyarakat akibat adanya perubahan iklim adalah penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA). Penyakit ISPA terdiri dari infeksi saluran pernafasan bagian atas dan infeksi saluran pernafasan bagian bawah. Penyakit ISPA yang banyak dialami masyarakat adalah infeksi saluran pernafasan bagian atas berupa flu, batuk, pilek, ataupun radang tenggorokan. Hampir setiap manusia pernah terserang penyakit ini. Penyakit ISPA ini bisa disebabkan oleh virus, bakteri, ataupun polusi udara.
Data Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa penyakit ISPA di Indonesia sepanjang 2007 sampai 2011 mengalami tren kenaikan. Pada 2007 jumlah kasus ISPA berkategori batuk bukan Pneumonia sebanyak 7.281.411 kasus dan 765.333 kasus Pneumonia, kemudian pada 2011 mencapai 18.790.481 kasus batuk bukan Pneumonia dan 756.577 kasus Pneumonia.

2. Diare
Salah satu penyakit yang meningkat pada saat terjadinya perubahan iklim adalah penyakit diare yang penyebab utamanya disebabkan oleh bakteri Escherichia coli. Karena adanya perubahan iklim, curah hujan yang tinggi berpotensi dapat meningkatkan banjir. Saat banjir, sumber air minum masyarakat, khususnya sumber air minum dari sumur dangkal akan ikut tercemar. Selain itu, ketika banjir biasanya masyarakat yang rumahnya terendam banjir akan melakukan pengungsian. Padahal fasilitas dan sarana yang terdapat di pengungsian masih serba terbatas termasuk ketersediaan air bersih. Itu semua dapat menjadi faktor pemicu semakin meningkatnya penyakit diare disertai penularan yang cepat.
3. Demam Berdarah Dengue (DBD)
Perubahan iklim yang ditandai dengan meningkatnya intensitas curah hujan dan suhu udara dapat meningkatkan jumlah kasus penyakit yang disebabkan oleh nyamuk. Salah satu penyakit yang meningkat tersebut adalah penyakit demam berdarah yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Berdasarkan laporan Direktorat Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL), bahwa angka insidens demam berdarah dengue yang terjadi di Indonesia tahun 2003 sebesar 23,57 per 100.000 penduduk, naik menjadi 37,11 per 100.000 penduduk pada tahun 2004, dan pada tahun 2007 meningkat menjadi 71,78 per 100.000 penduduk.
Periksakan kondisi kesehatan anda di RS.Paru Dr.M.Goenawan Partowidigdo Cisarua – Bogor. Karena kesehatan adalah hal penting dari kehidupan.

Sumber :
https://news.detik.com/berita/d-3414022/waspadai-potensi-angin-kencang-di-jabodetabek-hari-ini
http://indro-pct.blogspot.co.id/2013/02/beberapa-penyakit-yang-sering-muncul.html
http://nasional.kompas.com/read/2017/11/30/19292301/masyarakat-diminta-waspada-cuaca-ekstrem-akibat-siklon-tropis-dahlia

Oleh : Intan Mutia

FacebookTwitterGoogle+Share

Leave a Reply