RSPG MENUJU WBK dan WBBM bagian 2

dsc_0063Masih seputar RSPG menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), pada tanggal 7 sampai dengan 9 September 2016, disambung dengan tanggal 29 sampai dengan 30 September 2016, ITJEN KEMENKES RI kembali mengadakan pendampingan SATKER menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) sekaligus untuk persiapan menjelang penilaian dari TPI.

Untuk melengkapi pemahaman tentang Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) secara menyeluruh, RSPG melaksanakan kegiatan yang bertajuk Capacity Building dalam Rangka Peningkatan Kemampuan SDM sebagai Agent of Change Menuju WBK dan WBBM di Balai Besar Pelatihan Kesehatan Ciloto Jawa Barat selama dua hari, 22 dan 23 September.

Tibalah saatnya RSPG melewati proses penilaian oleh TPI, satu tahapan lagi RSPG untuk proses penilaian dari TPN dan memperoleh predikat WBK. Seluruh TIM POKJA WBK RSPG dan seluruh pegawai RSPG berkerjasama dan mendukung RSPG menuju  Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).

Oleh : Intan Mutia

FacebookTwitterGoogle+Share

RSPG MENUJU WBK bagian 1

Seperti yang kita ketahuiuntitled sebelumnya RSPG telah berkomitmen untuk mewujudkan Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) melalui komitmen yang disebut Zona Integritas. Dalam tahapannya menuju  predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK), RSPG telah melalui beberapa proses seperti sosialisasi WBK oleh ITJEN KEMENKES RI pada tanggal 28 sampai dengan 30 Juni 2016 di Ruang Rapat Gedung ADUM RSPG lalu pada tanggal 30 Agustus 2016 RSPG mengadakan sosialisasi internal kepada seluruh pegawai RSPG  yang dilaksanakan di gedung Wijaya Kusuma RSPG.

Dapat dilihat pada gambar bagaimana proses menuju predikat  Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), dan RSPG selalu memberikan yang terbaik untuk peningkatan kualitas maupun kuantitas layanan dan pelayanan  untuk masyarakat.

Pada tanggal 23 sampai dengan 26 Agustus 2016, RSPG telah melakukan Pre assesment yang dilakukan oleh Tim Pre assesment ITJEN KEMENKES RI. Proses demi proses mencapai predikat Wilayah Bebas dari Korupsi dan (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) akan terus dilalui,  agar RSPG dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan dan layanan yang semakin baik, dan bebas dari korupsi.

Oleh : Intan Mutia

PELATIHAN KODING RSPG

img_3814Pada hari Selasa dan Rabu tanggal 11- 12 Oktober 2016 RSPG telah mengadakan Pelatihan Koding, Bagi Koder dan Dokter yang bertemakan “Implementasi Klinis pada Klaim BPJS berdasarkan ICD-10 dan 9-CM versi 2010 tanpa Fraud” di Gedung Wijaya Kusuma RSPG Cisarua. Peserta pelatihan dari rumah sakit negeri maupun swasta serta puskesmas. Dilatarbelakangi dengan diberlakukannya Sistem Case-Mix berbasis Diagnosis Related Groups (DRG) dalam pembayaran biaya pelayanan kesehatan di era JKN, maka koding diagnosis penyakit dan prosedur medis menjadi signifikan dalam penetapan kode diagnosis dan prosedur medis yang jadi input dalam grouper INA CBGs. Sehingga acara pelatihan ini sangat bermanfaat bagi koder dan dokter dengan narasumber Tim Pusat Pembiayaan Jaminan Kesehatan (P2JK) Kementrian Kesehatan RI (Kayun Kasmidi,Amd.PK,SKM & Tim) dan perwakilan dari PORMIKI DPD JABAR. Baca selengkapnya

Pentingnya Pemeriksaan Gigi dan Mulut 6 Bulan Sekali

img_0603Sakit gigi sangat jarang menyebabkan kematian. Namun pernah ada penelitian bahwa sakit gigi mempengaruhi tingkat kerja seseorang, kesadaran  pemeriksaan dan pemeliharaan gigi masih rendah, rata-rata mereka datang ke Rumah Sakit (RS) dalam kondisi gigi sudah bermasalah, seperti gigi berlubang dan gusi bengkak.

Bila kontrolnya dalam keadaan sudah bermasalah sebenarnya sudah agak terlambat, sebaiknya kontrol dalam keadaan gigi masih bagus, setiap enam bulan sekali agar tidak terjadi infeksi. Selain melakukan kontrol gigi enam bulan sekali, untuk menjaga kesehatan gigi juga diharuskan menyikat gigi minimal dua kali sehari, setelah makan pagi dan malam sebelum tidur.

Baca selengkapnya

RSPG: Agent of Change untuk Mewujudkan Zona Integritas, WBK dan WBBM

Ciloto, 23 Sdsc_0595eptember 2016, RS Paru Dr. M. Goenawan Partowidigdo (RSPG) melaksanakan kegiatan yang bertajuk Capacity Building dalam Rangka Peningkatan Kemampuan SDM sebagai Agent of Change Menuju WBK dan WBBM di Balai Besar Pelatihan Kesehatan Ciloto Jawa Barat selama dua hari, 22 dan 23 September. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka mewujudkan zona integritas, wilayah bebas korupsi (WBK) dan wilayah birokrasi bersih dan melayani (WBBM) di lingkungan RSPG.

“Unit kerja kita, yaitu RS Paru Dr. M. Goenawan Partowidigdo (RSPG) harus menjadi unit yang berzona integritas, mewujudkan wilayah bebas korupsi dan menjadi wilayah birokrasi bersih dan melayani”, demikian yang disampaikan oleh DIRUT RSPG Dr. Wuwuh Utami Ningtyas, M. Kes pada acara pembukaan Capacity Building dalam Rangka Peningkatan Kemampuan SDM sebagai Agent of Change Menuju WBK dan WBBM.

Baca selengkapnya

WASPADA BEBERAPA PENYAKIT DI SAAT MUSIM PENGHUJAN

Memasushareki musim hujan merupakan ancaman yang serius untuk kesehatan Beberapa penyakit mungkin dapat membuat anda tidak dapat beraktifitas sehingga penting sekiranya untuk memberikan pencegahan yang tepat sesuai dengan penyakit yang seringkali menyerang.

Beberapa penyakit yang perlu diwaspadai selama musim penghujan adalah:
1. Penyakit akibat virus seperti influenza dan diare;
2. Penyakit akibat bakteri dan parasit, terutama pada daerah yang airnya meluap sehingga bakteri dan parasit dari
septic tank dan kotoran hewan terangkat dan hanyut kemudian mengkontaminasi air, bahan pangan, atau menginfeksi
langsung manusia, seperti diare, disentri, kecacingan, leptospirosis;
3. Penyakit akibat jamur terutama akibat kelembaban pada pakaian;
4. Penyakit tidak menular seperti asma, rhinitis, perburukan penyakit kronik; dan
5. Penyakit demam berdarah, karena meningkatnya tempat perindukan nyamuk.

Baca selengkapnya

Pre Assesment Indikator WBK & Pendampingan Oleh ITJEN Kemenkes RI

dsc_0696Pada tanggal 23 – 24 Agustus RS. Paru Dr.M.Goenawan Partowidigdo Cisarua – Bogor telah melakukan Pre- Assesment Indikator WBK yang dinilai oleh Tim auditor dari ITJEN Kemenkes RI.  Proses penilaian yang dilakukan diawal ini memiliki tujuan yang sangat penting bagi kelancaran dan efektivitas proses pembelajaran dan membantu dalam menentukan rencana pembelajaran yang ditujukan untuk menghadapi kesiapan penilaian WBK.

Diharapkan hasil dari pre-assessment dapat memberikan gambaran kepada Tim WBK RSPG mengenai kesiapan dalam menjalani proses ataupun tentang kemungkinan-kemungkinan masalah yang akan dihadapi dalam memenuhi syarat WBK. Melalui pre-assessment Tim Auditor ITJEN juga  dapat mengetahui tingkat pemahaman TIM WBK RSPG .Hasil atau nilai yang didapatkan dari pre-assessment ini menjadi bahan pedoman perbaikan atau pemenuhan syarat WBK.

Baca selengkapnya