TIPS MENGHITUNG DENYUT JANTUNG YANG BENAR

images (6)Bagaimana cara yang benar menghitung detak jantung? Berapa detak jantung normal itu? Apakah detak jantung semua orang sama? Bagaimana dengan anak-anak atau balita?

Perlu diperhatikan terlebih dahulu 

  1. Jika ingin mengetahui jumlah denyut normal, usahakan orang yang hendak diketahui denyutnya telah beristirahat minimal 10 menit.
  2. Jangan gunakan jari jempol saat menghitung, karena umumnya terdapat denyut di jari jempol yang dapat mengaburkan hasil perhitungan kita.

Cara Mengukur Rata-rata Denyut Jantung Selama Istirahat

Untuk mengukur rata-rata detak jantung per menit, caranya sederhana, cukup dengan mengecek denyut nadi Anda. Tempatkan telunjuk dan jari tengah Anda di sisi leher bagian samping tenggorokan. Alternatif lain adalah dengan mengecek denyut nadi di pergelangan tangan—tempatkan telunjuk dan jari tengah pada sisi samping (sisi jempol) pergelangan tangan.

Setelah merasakan denyut nadinya, sekarang waktunya kita menghitung berapa jumlahnya. Sambil menahan jari pada pembuluh arteri, hitungnya jumlah denyut selama 60 detik atau 1 menit penuh (bila anda petugas kesehatan sudah biasa dengan hitungan 15 detik, Jumlah denyut tersebut lalu dikalikan 4 agar mendapatkan jumlah total denyut nadi per menit atau menghitung selama 30 detik dan hasilnya dikalikan 2) Namun 1 menit penuh atau 60 detik adalah cara paling akurat dan baik.

Baca selengkapnya

FacebookTwitterGoogle+Share

pelatihan kemoterapi

TB ANAK

imagesPenyakit tuberkulosis (TB) adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Sebagian besar bakteri TB menyerang paru, tetapi dapat juga mengenai organ tubuh lainnya.

Baik tuberkulosis pada anak maupun orang dewasa disebabkan oleh bakteri yang sama. Namun, karena gejala dan mekanisme TB pada keduanya berbeda, maka perlu penanganan khusus untuk TB pada anak.
Berbeda dengan TB pada dewasa, TB pada anak tidak menular. Bakteri TB pada anak berkembang di dalam kelenjar paru atau tidak terbuka. Pada orang dewasa, bakteri berkembang di dalam paru-paru. Bakteri lalu membuat lubang untuk keluar melalui saluran nafas sehingga dapat menyebar ke orang lain, termasuk anak-anak. Baca selengkapnya

Penyakit Kaki Gajah (Filariasis atau Elephantiasis)

250px-Filariasis_01Penyakit Kaki Gajah (Filariasis atau Elephantiasis) adalah golongan penyakit menular yang disebabkan oleh cacing Filaria yang ditularkan melalui berbagai jenis nyamuk. Setelah tergigit nyamuk, parasit (larva) akan menjalar dan ketika sampai pada jaringan sistem lympa maka berkembanglah menjadi penyakit tersebut.

Filariasis biasanya dikelompokkan menjadi tiga macam, berdasarkan bagian tubuh atau jaringan yang menjadi tempat bersarangnya:filariasis limfatik, filariasis subkutan (bawah jaringan kulit), dan filariasis rongga serosa (serous cavity). Filariasis limfatik disebabkan Wuchereria bancrofti,Brugia_malayi,Brugia timori . Gejala Elefantiasis (penebalan kulit dan jaringan-jaringan di bawahnya) sebenarnya hanya disebabkan oleh filariasis limfatik ini. B. timori diketahui jarang menyerang bagian kelamin, tetapi W. bancrofti dapat menyerang tungkai dada, serta alat kelamin. Filariasis subkutan disebabkan oleh Loa loa (cacing mata Afrika)Mansonella streptocerca, Onchocerca volvulus Dracunculiasis(cacing guinea). Mereka menghuni lapisan Lemak yang ada di bawah lapisan kulit. Jenis filariasis yang terakhir disebabkan oleh Mansonella perstans dan Mansonella ozzardi, yang menghuni rongga perut. Semua parasit ini disebarkan melalui nyamuk atau lalat” pengisap darah, atau, untuk Dracunculus, oleh Kopepoda (Crustacea).

Baca selengkapnya

idul adha 2015

Dampak Kabut Asap bagi Kesehatan

CO_CoH3UsAAtKdcKabut asap yang melanda Pekanbaru dan Batam semakin meningkat Kebakaran hutan dan lahan di berbagai wilayah di Provinsi Riau dikhawatirkan akan meluas menyusul meningkatnya jumlah titik panas di provinsi itu.

Berikut ini dampak akibat gangguan asap bagi kesehatan kita :
1. Kabut asap dapat menyebabkan iritasi pada mata, hidung, dan tenggorokan, serta menyebabkan reaksi alergi, peradangan dan mungkin juga infeksi.
2. Kabut asap dapat memperburuk penyakit asma dan penyakit paru kronis lain, seperti bronkitis kronik, PPOK dan sebagainya.
3. Kemampuan kerja paru menjadi berkurang dan menyebabkan seseorang mudah lelah dan mengalami kesulitan bernapas.
4. Bagi mereka yang berusia lanjut (lansia) dan anak-anak maupun yang mempunyai penyakit kronik, dengan kondisi daya tahan tubuh yang rendah akan lebih rentan untuk mendapat gangguan kesehatan.
5. Kemampuan dalam mengatasi infkesi paru dan saluran pernapasan menjadi berkurang, sehingga menyebabkan lebih mudah terjadi infeksi. Baca selengkapnya

Serah Terima Jabatan Direktur Utama RS.Paru Dr.M.Goenawan Partowodigdo Cisarua – Bogor

DSC_0313

DSC_0318

Senin siang tanggal 7 September 2015 bertempat di Gedung Wijaya Kusuma RSPG Cisarua Bogor. Diadakan acara Serah Terima Jabatan Direktur Utama RS.Paru Dr.M.Goenawan Partowodigdo Cisarua – Bogor. Acara serah terima jabatan dihadiri oleh Dewan Pengawas RSPG, pejabat struktural, SPI, kepala instalasi, kepala ruangan, staf RSPG serta tamu undangan lainnya.

Sebagai Direktur Utama RS.Paru Dr.M.Goenawan Partowodigdo, Dr.Hj.Zubaedah Sp.P ,MARS menyerahkan jabatannya kepada Plt.Direktur Utama RS.Paru Dr.M.Goenawan Partowodigdo, Dr.H.Bambang Eko Sunaryanto,Sp.KJ yang juga sebagai Direktur Utama RS.Marzuki Mahdi Bogor. Acara serah terima jabatan disaksikan oleh Dr. drg. Nurshanty S. Andi Sapada, Msc selaku Sekertaris Ditjen Bina Upaya Kesehatan Kementrian Kesehatan RI.

Dalam acara Serah Terima Jabatan Direktur Utama RS.Paru Dr.M.Goenawan Partowodigdo Cisarua – Bogor, Dr. drg. Nurshanty S. Andi Sapada, Msc selaku Sekertaris Ditjen Bina Upaya Kesehatan Kementrian Kesehatan RI menyampaikan bahwa 18 Pejabat eselon 2 dalam ketentuan Undang – Undang ASN maksimal 5 tahun dan minimal 2 tahun mengikuti aturan dalam menduduki jabatan.

Baca selengkapnya