Studi Banding Rumah Sakit Dr.Iskak Tulung Agung Jawa Timur ke RSPG

DSC_0042Kegiatan Studi banding atau kunjungan lapangan dari Rumah sakit Dr.Iskak Tulung Agung Jawa Timur terkait sistem Akuntansi di RS.Paru Dr.M.Goenawan Partowidigdo Cisarua Bogor. Adapun kegiatan ini dilaksanakan pada hari Jumat tanggal 8 Desember 2017. Direktur Utama RSPG (dr.Wuwuh Utami Ningtyas .M.Kes) beserta direksi dan Bagian keuangan yang dikepalai oleh Kepala Bagian Keuangan RSPG menyambut hangat kedatangan rombongan Rumah sakit Dr.Iskak Tulung Agung yang diketuai langsung oleh Wakil Direktur Umum dan Keuangan (Bpk. Drs. Yudi Rahmawan, MM).
Pada kegiatan ini Direktur Keuangan dan Administrasi Umum RSPG (Ibu Evi Nursafinah, SE,MPH) menyampaikan paparan profil RSPG serta sistem akuntansi di RSPG dilanjutkan dengan diskusi & telusur dokumen yang dimoderatori Kepala Bagian Keuangan (Bpk.Surahmt ,SE,MM). Acara ditutup oleh Direktur Utama RSPG (dr. Wuwuh Utami Ningtyas, M.Kes) yang sekaligus memberi cinderamata kepada RS. Dr.Iskak Tulung Agung Jawa Timur.

Editor : Intan Mutia
Dokumentasi : Deni Nur

FacebookTwitterGoogle+Share

Kunjungan kerja dalam rangka pembinaan pelayanan unggulan 3 RS Paru Vertikal dengan Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI di RSPG

DSC_0221

Kunjungan kerja dalam rangka pembinaan pelayanan unggulan 3 RS Paru Vertikal dengan Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI di RS. Paru Dr.M.Goenawan Partowidigdo Cisarua – Bogor. Pada hari Rabu tanggal 6 Desember 2017, dalam kegiatan ini dihadiri oleh Direksi dan Dewan Pengawas 3 RS Paru Vertikal (RS. Paru Dr.M.Goenawan Partowidigdo, RS. Rotinsulu dan RS.Ario Wirawan).

Acara dibuka oleh sambutan Direktur Utama RSPG (dr. Wuwuh Utami Ningtyas, MKes) dan  Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI (dr. Bambang Wibowo, Sp.OG(K), MARS) serta paparan konsep pengembangan 3 RS Paru oleh Prof.Dr.Menaldi Rasmin Sp.P(K), FCCP dilanjutkan diskusi dan tanya jawab serta Hospital Tour.

DSC_0093

Kegiatan ini untuk pembinaan pelayanan unggulan dan konsep pengembangan 3 RS Paru Vertikal untuk terus meningkatkan dan mempertahankan kualitas pelayanan kepada masyarakat dan upaya meminimalisir penyebaran virus penyakit tuberkulosis dan meningkatkan angka kesembuhan pasien TB di Indonesia.

 
 

Oleh : Intan Mutia

Dokumentasi : Deni Nur

WASPADAI PENYAKIT KARENA PERUBAHAN IKLIM

anginSetelah siklon tropis Cempaka terpantau menjauhi wilayah Indonesia, kini muncul siklon tropis Dahlia. Siklon tropis tersebut menyebabkan perubahan cuaca yang ekstrem seperti hujan deras dan angin kencang.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, pada Kamis (30/11/2017), pergeseran siklon tropis Dahlia terpantau ke arah Tenggara dengan kecepatan gerak 13 kilometer per jam. Diprediksi pada Jumat (1/12/2017) posisi siklon tropis berada di Samudera Hindia sebelah selatan tenggara Jakarta dengan kecepatan angin maksimum 95 kilometer per jam dan bergerak ke arah Tenggara menjauhi wilayah Indonesia.
Potensi hujan lebat dan angin kencang akan terjadi mulai dari pesisir Barat Bengkulu hingga Lampung, Banten bagian Selatan, DKI Jakarta dan Jawa Barat bagian Selatan. Termasuk juga potensi angin kencang dengan kekuatan 20 knot di daerah yang sama.
Berikut ini adalah beberapa penyakit yang ditimbulkan akibat adanya perubahan iklim :
1. Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA)
Penyakit yang paling sering menimpa masyarakat akibat adanya perubahan iklim adalah penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA). Penyakit ISPA terdiri dari infeksi saluran pernafasan bagian atas dan infeksi saluran pernafasan bagian bawah. Penyakit ISPA yang banyak dialami masyarakat adalah infeksi saluran pernafasan bagian atas berupa flu, batuk, pilek, ataupun radang tenggorokan. Hampir setiap manusia pernah terserang penyakit ini. Penyakit ISPA ini bisa disebabkan oleh virus, bakteri, ataupun polusi udara.
Data Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa penyakit ISPA di Indonesia sepanjang 2007 sampai 2011 mengalami tren kenaikan. Pada 2007 jumlah kasus ISPA berkategori batuk bukan Pneumonia sebanyak 7.281.411 kasus dan 765.333 kasus Pneumonia, kemudian pada 2011 mencapai 18.790.481 kasus batuk bukan Pneumonia dan 756.577 kasus Pneumonia. Baca selengkapnya

CAPACITY BUILDING RSPG

rrw89RS.Paru Dr.M.Goenawan Partowidigdo Cisarua – Bogor mengadakan acara Capacity Building untuk peningkatan budaya kerja pelayanan prima untuk mempertahankan akreditasi Paripurna 2018 dan WBK/WBBM, yang merupakan rangkaian dari HUT RSPG ke – 89.

Acara Capacity Building ini dibagi menjadi  2 gelombang, gelombang pertama tanggal 3-4 Nopember 2017 dan gelombang kedua tanggal 17 – 18 Nopember 2017, acara berlangsung di Pantai Anyer. Dibuka oleh Direktur Utama RSPG, dr.Wuwuh Utami Ningtyas,M.Kes dan dihadiri oleh Dewan Pengawas RSPG dr.Umar Wahid, Sp.P dan Drs.Seto Utarko,Msi serta jajaran direksi RSPG

Baca selengkapnya

Kegiatan Mini Cohort Review Program Pengendalian TB Nasional

DSC_0117Pada tanggal 15 – 16 Nopember 2017, RSPG mengadakan kegiatan Mini Cohort review program pengendalian TB nasional bersama mitra dan konsultan American Thoracic Society (ATS) dalam rangka monitoring dan mentoring klinis tata laksana TB resisten obat. Dihadiri oleh Direksi dan pejabat struktural RSPG, Subdit TB, Dinas Kesehatan pengelola program TB Dinkes Provinsi, pengelola program TB Dinkes kabupaten dan kota, TO PMDT, Rumah sakit rujukan TB RO, Tim ahli klinis TB resisten obat, Poli TB RO, Tim laboratorium, Tim KNCV dan konsultan dari American Thoracic Society (ATS) .

DSC_0102

Acara dibuka langsung oleh Direktur Utama RSPG, dr.Wuwuh Utami Ningtyas, M.Kes dan disambung oleh sambutan dari perwakilan Tim TB resisten obat, dr.Erlina Sp.P. dan dilanjutkan dengan persentasi dari American Thoracic Society (ATS), Mrs.Lisa Chen.

Setelah acara pembukaan selesai dilajutkan dengan diskusi dan penerapan mini kohort untuk TB resisten obat. Diharapkan dengan adanya kegiatan ini dapat meningkatkan layanan dan pelayanan untuk TB resisten obat dan dapat menekan angka TB resisten obat di Indonesia.

Oleh : Intan Mutia

Dokumentasi : Deni Nur

HARI JADI RSPG KE-89

ultah

15 Nopember 1928,

Berawal dari sebuah Zending School  dan pada tahun 1978 berubah namanya menjadi RSTP (Rumah Sakit Tuberkulosis Paru). Kemudian pada tahun 2004 menjadi Rumah Sakit Paru Dr.M.Goenawan Partowidigdo yang lebih dikenal dengan RSPG berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor  190/Menkes/SK/II/2004 tentang Organisasi dan Tata Kerja Rumah Sakit Paru.

89 tahun sudah kami terus menyelenggarakan upaya penyembuhan dan pemulihan secara paripurna, pendidikan dan pelatihan, penelitian dan pengembangan di bidang kesehatan paru secara serasi, terpadu dan berkesinambungan dengan upaya peningkatan kesehatan lainnya serta melaksanakan upaya rujukan. Semoga RSPG tetap jaya dan memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat.

Studi banding Balai Pengamanan Fasilitas Kesehatan (BPFK) Jakarta di RSPG

DSC_0065Kegiatan Studi banding atau kunjungan lapangan dari Balai Pengamanan Fasilitas Kesehatan (BPFK) Jakarta terkait persiapan Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayab Bersih Bebas Melayani (WBBM) dan Badan Layanan Umum (BLU) di RS.Paru Dr.M.Goenwan Partowidigdo Cisarua Bogor. Adapun kegiatan ini dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 6 Nopember 2017. Direktur Utama RSPG (dr.Wuwuh Utami Ningtyas .M.Kes) beserta direksi dan tim WBK & WBBM RSPG menyambut hangat kedatangan rombongan tim WBK & WBBM BPFK yang diketuai langsung oleh Kepala BPFK Jakarta (dr.J Prastowo Nugroho ,MHA).

Pada kegiatan ini, Direktur Utama RSPG menyampaikan paparan profil RSPG serta persiapan RSPG menjadi Badan Layanan Umum (BLU) serta diteruskan oleh persentasi dari Ketua tim WBK & WBBM RSPGG (Bpk.Nandang Rinaldi,SE,MARS) dilanjutkan dengan diskusi & telusur dokumen. Acara ditutup oleh Direktur Keuangan dan Administrasi Umum (Evi Nursafinah,SE,MPH) yang sekaligus memberi cinderamata kepada BPFK Jakarta.

Editor : Intan Mutia

Dokumentasi : Iwan Ridwanullah